HSBC akan menggunakan ‘Digital Vault’ berbasis Blockchain untuk Efek senilai $ 20 miliar - ratu inaba

KORONA MASALAH dan PEMECAHANYA

KORONA MASALAH dan PEMECAHANYA Akibat yang ditimbulkan sangat luar biasa yang sehat badan jadi sakit ekonominya dan sebagainya : PEMECAHAN apa yang harus kita lalukan apakah menunggu kematian yang sehat badan tidak bisa usaha berarti nunggu kebangkrutan karena kebijakan pemerintah yang membatasi orang untuk berusaha : SOLUSI APA Saya Memprotes Saya Juga Memberikan Solusi UNTUK KEBAIKAN RAKYAT INDONESIA , SOLUSI KESEHATAN , tetap ikuti protokol kesehatan : SOLUSI EKONOMI buka semua usaha yang di luar hura-hura dugem dan sebagainya yakin bisa segera pulih ekonomi kita BANGSA INDONESIA

TV ONLINE

Kamis, November 28, 2019

HSBC akan menggunakan ‘Digital Vault’ berbasis Blockchain untuk Efek senilai $ 20 miliar

HSBC sedang menjajaki manfaat dari blockchain di banyak operasi perbankan nya. Setelah pengujian dengan Voltron berbasis R3, ia berencana untuk melakukan transaksi perbankan pada “Digital Vault” berbasis platform. Platform perbankan akan mendigitalkan catatan penempatan berdasarkan kertas ke dalam platform penyimpanan catatan waktu nyata.
HSBC bertujuan untuk menggunakan sekuritas penempatan swasta senilai $ 20 miliar pada platform tahanan. Saat ini, catatan-catatan itu berbasis kertas dan kurang standarisasi. Dilaporkan, HSBC bertujuan untuk mengimplementasikan teknologi di semua sekuritas keuangan yang diterbitkan senilai $ 50 miliar.
Penempatan pribadi pada platform akan secara permanen mengurangi kebutuhan akan mediator, yang akan mengurangi biaya dana ini. Selain itu, penerapannya juga akan meningkatkan efektivitas biaya dengan meningkatkan daya jual aset-aset ini.
Bank juga memproyeksikan pertumbuhan eksponensial dalam nilai global dari penempatan swasta menjadi sekitar $ 7,7 triliun.
Seperti dilaporkan sebelumnya, bank Versa Kanada juga menggunakan teknik serupa untuk menerbitkan dan menyimpan sekuritas keuangan.

‘brankas digital’

Istilah ‘brankas digital’ bergema di seluruh dunia keuangan di beberapa tempat. Misalnya, Morgan Stanley memiliki brankas digital untuk berbagi rincian keuangan berdasarkan platform cloud terenkripsi.
Seiring hype cryptocurrency berlangsung, bank tidak mengabaikan peningkatan teknologi juga. Teknologi blockchain yang mendasari menjamin transparansi dan keamanan yang lebih besar untuk kontrak keuangan. Selain itu, teknologi blockchain tidak hanya lebih cepat tetapi juga sangat hemat biaya dan dapat diandalkan.
Sebelumnya, HSBC memanfaatkan platform Voltron untuk melakukan transaksi antar bank berbasis yuan. Detail tentang brankas digital belum diungkapkan sepenuhnya. Meskipun demikian, bank tampaknya memberikan perhatian serius pada penggunaan blockchain dalam operasinya.